Story 4

4 Years After...

Story Review"Sudah empat Tahun sejak Niel pergi Ke Amerika. Dan sudah empat tahun Rieta terus menunggu Niel.. Tetapi Ada satu hal yang berubah , Hubungan Rieta dan Zen yang tadinya dekat menjadi renggang , setelah kejadian Zen menyatakan perasaannya kepada Rieta..
Lalu, apakah yang akan terjadi di dalam kehidupan Rieta??, Dan  apakah Rieta akan menemukan siapakah yang akan menggandeng Rieta , menemani Rieta seumur hidupnya??,..

Zen Pov: " Sudah empat tahun berlalu semenjak kejadian itu , Bagaimana kabar mu , my Dear Rieta??, aku merindukan saat- saat di mana kita menghabiskan waktu dan bercanda bersama, " gumam zen di dalam hatinya.. " Apakah kita akan kembali lagi seperti dulu , masihkah kamu menunggu dia??>>...

"Zennnnnnnnnnnn" Ujar seorang gadis yang tiba- tiba menghajawab mpiri zen , dan membuat Zen terkejut , dan tersadar dari lamunannya , sekali lagi gadis tersebut  menghampiri dan memukul Zen ,                  " HEY!ZENNNNN  U DENGER GUE GAK SIH?!" kata gadis tersebut setengah berteriak , Gadis ini adalah teman kecil Zen, Namanya Aiko, karena namanya yang unik Zen suka menggodanya dengan sebutan Royko , ya betul nama msg yang sering kita gunakan , " Hei Royko! biasa aj kale manggilnya lu kira gue ga denger apa?" Jawab Zen , setengah marah, " Royko! royko! , gue punya nama Aiko bukan Royko , gua udah bilang berkali-kali gua ga suka lu panggil begitu "balas Aiko//
Tetapi ada satu hal yang tidak di ketahui oleh Zen , Aiko sebenarnya sudah lama memendam rasa dengan Zen , tetapi Aiko tidak berani menyatakanya Aiko lebih memilih untuk tetap berada dalam Friend-zone , daripada akan kehilangan sahabat sekaligus , dambaan hatinya ini .  deng
" ngapain u ke sini ai?" Zen berkata dengan nadanya yang biasa , dan mulai memanggil nama Aiko dengan normal , hal ini membuat Aiko bingung , karena Zen yang dia kenal , tidak seperti ini, 
Zen yang dia kenal adalah Pria yang usil dan pria yang membuat Aiko , tersenyum bukanlah pria yang akan memperlakukan Aiko dengan lemah lembut dan bahkan menyebut nama Aiko dengan benar , Ada sesuatu yang tidak benar , Aiko sadar dari lamunanya , 

" Ga pa pa dong gue mau ke sini memangnya gue ga boleh main ke rumah lo? gue tau sekarang Zen sudah beda , Tuan Penulis terkenal ha ha " Pujian Tersebut membuat Zen tertawa dan lesung pipinya berubah menjadi merah , " Ah bisaan aj lo Ai , iya ga pa pa sih lo mau maen ke sini tapi lain kali info dong ke gue , khan gua ga kaget kaya tadi jadinya "  Kata Zen  

  ....
"Aku berangkat kerja dulu yaa  bye liko!!, "teriak Rieta sambil berlari menuju tungunya , Ya Rieta kini sudah tinggal sendiri bersama Liko , sudah empat tahun setelah kejadian itu membuat Rieta berfikir untuk mandiri karena Rieta yang 4 tahun sudah berbeda, Kini Rieta tidak lagi bekerja dengan orang lain , dia memilikii Cafe sendiri dan mempunyai apartemen untuk  wanita berusia 25 th seperti Rieta hal itu sangatlah membuat orang sekitarnya  tidak menyukainya dan banyak saingan di Daerah kafe yang di miliki Rieta , tentu saja Rieta tetap bercerita kepada dua sahabatnya Liona dan Julina , tetapi kini mereka datang berkunjung sebagai tamu di kafe rieta , tentunya sambil bergosip.
"Ri, ayooolah masa tidak ada yang kamu sukai di antara para pria - pria ini " ujar Liona sambil menunjukkan foto-foto para pria bujang yang saat ini menggejar Rieta . .
 " Tidak liona sayangku " sambil menyodorkan es campur di depan Liona , Rieta melirik ke Julina 
" eh Liona , makan es campurnnya , jarang- jarang bu bos traktir es lho ha ha" Julina menangkap maksud Rieta dan memberi signal kepada Liona{Jangan kepo , mkan es lo} ya kasarnya itu maksud Julina , saat mereka sedang  berbincang- bincang tiba - tiba..

"Kling kling" Suara bel dari toko Rieta, , " Selamat datang di Kafe Rierie , " ujar  salah satu pelayan di kafe Rieta , dan ternyata Siapakah yang datang ??, 

" eh ini nih kafe yang lu bilang enak itu " ujar seorang gadis kepada seorang pria , " Iya kafe ini enak dan oke banget " tawa Pria tersebut , Rieta mendengar Pria itu berbicara  , dia tidak merasa asing , dia merasa dia mengenal suara pria tersebut , kemudian Rieta menoleh dan dia terkejut sampai tidak bisa berkata- kata ,"Zen?" ujar Rieta di dalam hati , tapi siapa wanita yang menggandeng tangan Zen , mereka kelihatan sangat akrab .. 
" Hai, apa kita boleh duduk di sini , ya kalau kamu merasa kita mengganggu, kita bisa..."ucap Zen sebelum Zen menyelesaikan  perkataanya  " Ga pa pa , kamu kan tamu ,tentu saja boleh " jawab Rieta singkat , Duh Rie kenapa u bilang begitu , dia kan temen baik lo , kenapa u malah bersikap begitu  gumam Rieta dalam hati ....
kemudian Zen mulai memesan beberapa menu , " saya mau ini , ini dan ini " sambil menunjuk menu dan dia beranjak dari kursinya " Ai tunggu dulu ya u boleh pesen lagi , kalau u mau " ujar Zen sambil berdiri dari kursinya dan menghampiri , Rieta ,

 Rieta bingung dan tidak mengerti mengapa Zen menghampiri dirinya , apa gadis itu pacarnya zen , karena Rieta mendengar Zen memanggilnya dengan Ai, ai kan cinta mandarinnyaa argh! ga tau ah  , kemudian Rieta terkejut karena Zen menarik Tangan Dia tanpa memberikan kesempatan kepada Rieta untuk menolak,

...(di atas balkoni)
" Ri , how are you?" ujar Zen kepada Rieta , " ehm, I guess fine, itu pacar kamu zen?, cantik ya , kenal di ,mana, kenapa tidak bilang kalau kamu punya pacar , aku harus minta kamu traktir nih bla bla bla." ujar rieta ... " Hah!? PACAR?! ha ha ha ha haa  , Gue sama Aiko?, maksud u?? ha ha ha " Zen tertawa terpingkal- pingkal sambil memegangi perutnnya 
" Hmm if she is my Gf are u jealous my babe?" Goda Zen , sambil menarik pinggul Rie mendekat ke arahnya , " engga siapa yang cemburu " Rie mendorong zen , " soalnya kamu memanggil dia Ai , ai itu kan cinta zen , eh tunggu nama dia Aiko ya , oh tidak heran kamu memanggil dia Ai ya" Muka Rieta memerah  karena malu dia salah sangka , " sudah sana balik nanti dia cariin kamu " ujar Rieta sambil berjalan meninggalkan Zen , tiba-tiba Zen menarik tangan Rieta dan kini Rieta dan Zen berjarak 1cm sedikit lagi Zen akan mencium bibir Rieta , " ring ring ring" suara ponsel Rieta berdering , Zen bergumam , poonsel kurang ajarrrrr .... " ya ?, iya benar ini Rieta ,apa??, kamu kembali ke sini , EHM  Tidak aku tidak merindukanmu , haha " Melihat Rieta mengangkat telepon dan melihat senyumnya sekali lagi , Zen berfikir orang itu sudah kembali , tidak aku tidak mau menyerah tiba- tiba Zen mendekat ke Rieta dan mencuri ciuman dari Rieta , membuat Rieta terkejut dan menjatuhkan ponselnya , kecupan yang di berikan Zen sangat panas dan sangat lembut , " HALO, halo rie?? " suara dari ponsel Rieta ,.. membuat Rieta terkejut tetapi Rieta tidak dapat melepaskan diri dari Zen , dan bahkan Rieta menikmati kecupan yang di berikan oleh Zen. 




kira - kira apa yang akan terjadi berikutnya yaa??
Siapakah Pria yang di maksud oleh zen?
dan akan menjadi seperti apa hubungan Zen dan Rieta 
bagaimana dengan Aiko??
Apakah Niel akan kembali ??



To be continued

Komentar