Story 3

Hari itu menjadi hari yang tidak terlupakan oleh Rieta, Karena selain dia sudah menyadari perasaan Dia kepada Niel, Dia pun mempunyai rasa takut dan khawatir, Akankah Perasaan ini akan berbalas atau apakah Rieta harus diam saja ..

2jam sebelum Niel , bersiap-siap ke Airport...
Niel Hanya termenung dan membuka album foto di mana dia sudah banyak melewati banyak hal dengan Rieta , Ada hal yang  membuat dia tertawa, ada hal yang membuat dia sedih..
Kemudian tidak lama kemudian suara Taxi  datang "Din!! Din!!" "Halo , apakah benar dengan bapak Niel?, saya bobo driver taxi anda " kata supir taxi .. Kemudian dengan berat hati Niel , mulai menggambil kopernya dan sambil berjalan ke arah Driver taxi .."Ya, benar sekali .. Saya yang pesan Taxi , maaf pak apakah sebelum berangkat boleh mampir ke toko buku?, saya mau beli sesuatu dan mau mampir ke tempat lain " Ujar Niel ," oh oke pak baik " Jawab supir taxi ..
kemudian pergilah Niel membeli notes kecil dan dia mampir ke rumah Rieta , karena Rieta dan Niel sering menghabiskan waktu bersama, walaupun mereka belum lama kenal tetapi dia tau kebiasaan Rieta dan jam berapa Rieta tidak ada di Rumah..
Akhirnya Niel menitiplan Notes ke pada cece Rieta dan dia pergi ke bandara..

Kembali ke saar ini ..
Rieta, baru sampai di Rumah dan cece Rieta berkata "de, tadi si Niel datang kasih notes ini katanya buat kamu de , terus dia pergi lagi '' kata cece. "Oh , apakah dia bilang dia mau kemana ce?" tanya Rieta .. "Hmm, tidak dia ga bilang apa-apa de, tetapi cece heran kenapa dia bawa koper besar ya ?, apakah dia mau pergi keluar negri ?" tambah cece,, mendengar hal itu Rieta baru sadar, dia cepat-cepat buka notes yang kemarin di berikan oleh Niel , tanpa menjawab pertanyaan

kemudian betapa terkejutnya Rieta untuk meliihat isi notes tersebut

"Dear my beloved and Sweet Rie, tidak apa khan aku panggil rie?, haha Kamu pasti kesel dan sebel ya kalau di suruh jawab pertanyaan atau apapun,mengenal sifatmu aku yakin kamu tidak jawab pertanyaannya dan kamu biarkan notes ini dan mungkin kamu baru menyadari , Anyway  aku cukup senang dan juga bersyukur kamu  mempunyai sisi tersebut, mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah pergi ke Amerika.. Hmmm, ya aku yakin pasti di dalam kepalamu banyak pertanyaan kenapa dan kenapa bla bla blaa..
okay jadi aku akan menjelaskan kepadamu Rieta kenapa , first karena aku sebenarnya ke jakarta untuk mencari cara lain atau obat lain supaya adik ku bisa membaik ,, ya aku yakin kamu pasti bertanya apa kamu ada adik? dan bla bla blaa.... ya .. hemm sebenarnya tujuan aku menulis di dalam notes ini karena aku tidak tau bagaimana cara menyampaikan kepadamu ...
sungguh aku bingung dan tidak tau bagaimana caranya.. so,, aku yakin pasti kamu akan sangat kesal dan Marah kepadaku , karena aku banyak menyimpan rahasia sedangkan kamu selalu menceritakan apapun , aku minta maaf Rieta.. So, what I'm gonna say now is I like you Rieta , But I;m so sorry I can't always by your-side , karena banyak hal yang harus ku prioritaskan tetapi aku menulis ini bukan berarti aku memaksamu memberikan jawaban, tetapi jika kamu sudah siap dan kamu sudah mengetahui jawabannya please tell me and also I'm really sorry kalau pertemuan kita kemarin malam adalah pertemuan kita yang terakhir, dan maaf aku sudah menggandeng tanganmu hehe , Anyway aku harap kamu akan menyimpan notes ini baik-baik sama seperti kenangan kita " kemudian setelah Rieta membaca pesan di notes itu Rieta langsung lari dari kamar dan menangis sambil menelpon Zen..
"yeah?" jawab Zen , mengangkat telepon Rieta " Zen... Help me .. please" sambil terisak-isak dia menelpon Zen , dan Zen langsung berespon " Okay dear I'll be arrive as soon possible , don't cry okay?' jawab Zen ,, kemudian 5 menit kemudian mobil Zen sampai dan Rieta langsung lari ke mobil Zen dan menceritakan semuanya kepada Zen .. Dan Zen hanya diam dan menyetir mobil dia dengan secepat kilat akhirnya sampai di Bandara .Zen berkata " go and smile in your face " kata Zen, dan Rieta menggangguk dan langsung berlari mengejar dan mencari Niel....

"Pengumuman-Pengumuman pesawat city link dengan nomor Cth124 sudah siap untuk di masuki penumpang . Tujuan Amerika , Amerika , kami ulangi sekali lagi"

Niel mendengar pengumuman dan bersiap mau memasuki pesawat kemudian tiba-tiba dia sangat terkejut dia melihat Rieta berlari dan menerobos security yang ada . Kemudian dengan cepat dia menghampiri Rieta .. dan Dia melihat Rieta menangis , "oh, my dear kamu kenapa menangis ?, jangan nangis ini sambil menyeka air mata Rieta , Kemudian Rieta menepis tangan Niel dan memukul-mukul dada Niel " Kamu keterlaluan Niel , kenapa kamu sangat pengecut?, kamu hanya berani membicarakan perasaanmu melalui sebuah pesan , kamu jahat sekali" , sambil terisak-isak Rieta berkata kepada Niel, Kemudian Niel hanya terdiam dan memeluk Rieta, " I'm sorry rie, so sorry " hanya memeluk Rieta dan memberikan ciuman di dahi Rieta
.Rieta tersenyum sambil berkata " yeah I like you also Niel ". Betapa terkejutnya Niel , kemudian akhirnya Niel berbisik ke Rieta "Wait for me okay?, I'll be back again I'm promise" ujar Niel sambil berjalan ke arah pesawat..


Kemudian Rieta , kembali dengan bandara sambil ada pemikiran , ya aku akan menjadai wanita yang lebih baik lagi supaya Niel bangga kepadaku , walaupun kita tidak bersama dan walaupun kita tidak tinggal di dalam negara yang sama kemudian dia berjalan dan betapa terkejutnya
Zen masih menunggu dia
Kemudian Zen berkata " Are you happy?, If you're not happy I'm not happy too .. You know what I'm plan to never ever tell you my real feelings. But I'm Really afraid I'm gonna lost you , So I love you Rieta " kata Zen  dan kemudian Zen tidak ragu-ragu untuk memeluk Rieta dan mencium bibir Rieta




Woahh, So shock Right??
so apa lagi yang akan terjadi lagi di dalam kehidupan Rieta ?
Apakah dia akan bersama pria yang dia sukai Niel?/ Dia akan luluh oleh sahabat dia yang walaupun terkadang sering iseng dengan Dia Zen??



to be contiunued

Komentar