Story 2

Kemudian setelah mereka sedang bersiap-siap . Tiba- tiba Handphone Niel berdering.
Kemudian Niel berkata kepada Rieta " Ri, Masuk mobil dulu saja , Aku angkat telepon sebentar ya " kata Niel , sambil membelai kepala Rieta. Kemudian Rieta mengangguk dan Langsung menuju Mobil Niel. Dan Ternyata, Niel menerima telepon dari Tantenya yang ada di Amerika. " Hi , Niel  When You will back to Home ?, "kata Tantenya Niel, " Do you know about  Your Sister conditions? " Tambah Tantenya Niel . Niel Hanya diam dan mengangguk " Okay I'll Try thinking about it , Please Give me a week , and I'll Return to Home " Jawab Niel " Okay , Aunt , bye -bye " Tambah Niel sambil mengakhiri pembicaraan di telepon itu . Kemudian Hari itu Rieta begitu senang karena  akhirnya  bisa pergi bersama Niel, walaupun sebenarnya Rieta tidak tau itu akan menjadi saat terakhir Niel dan Rieta pergi bersama . Rieta senang karena mereka bermain rollercoaster, istana boneka, dan ,macam-macam permainan, kemudian ada satu kalimat terakhir yang di katakan oleh Niel yang ternyata itu adalah kalimat perpisahan antara mereka berdua ." Ri, No matter I here or not I wish You will always able to Smile and Brave to face everything, You must know That I'm are about you :) "  Itu kata-kata dari Niel , Kemudian Rieta bilang " HM?, Of course ! I'm a strong women You know haha.. Iya Tenang saja tetapi, kenapa kamu bilang begini?, apakah ada hubungannya dengan telepon tadi pagi?, Kamu kelihatan beda " . Niel kemudian diam dan berkata "AH!, Lihat ada Bintang bagus sekali , bintangnya yuk kita pergi lihat bintangnya ", setelah berbicara seperti itu Niel menarik tangan Rieta, tapi tidak menjawab pertanyaan Rieta. Kemudian Niel mengantar Rieta pulang dan memberikan sebuah buku kecil kemudian Rieta bilang " Hm, buat apa ini ? " . Jawab Niel " Buat kamu hadiah haha, karena hari ini kita pergi ke taman bermain ",kemudian Setelah itu Niel meninggalkan rumah Rieta dan pergi .

Malam itu Rieta tidak bisa tidur kemudian dia chat dengan salahsatu temannya yaitu  Zen . 
" Zen , Are u sleep yet ?, Apakah aku ganggu kamu ?" . Kemudian tidak lama  Zen membalas " Nope , dear Haha.. What's Wrong ?.. " . Rieta kemudian membalas " Apa besok kamu ada waktu , untuk kita bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan ? " . Kemudian Zen membalas dengan Emo smile "😀 , Sure Waktu dan tempat di Cafe Yang dulu kita sering ketemu apakah oke jika siang sekalian kita lunch ? " . Rieta membalas " OKAY ! c u tommorow ya, Zen , sweet dream  " . Kemudian itu mengakhiri pembicaraan mereka dan Rieta beristirahat ..

Kemudian Niel sudah sampai Mansionnya dan Dia diam saja melihat Foto-foto adiknya sambil menangis. Adiknya Niel , mengalami Amnesia  terhadap hal yang telah terjadi selama kurang lebih 2bulan dan bahkan , adiknya Niel tidak bisa mengenali keluarga nya sendiri, karena itu Niel , memutuskan untuk ke jakarta karena mau mencari pengobatan yang tepat untuk adiknya , tetapi dia tidak menyangka karena keputusan dia ke jakarta , Membuat dia bisa bertemu dengan Rieta dan Tim kelompok kecilnya dan bahkan menjadikan Niel. sebagai sosok seorang Kakak bagi Tim kelompok kecilnya . Tetapi Baik Rieta dan Tim kelompok kecilnya tidak mengetahui alasan kenapa Niel pergi kembali ke Amerika dan Juga tidak mengetahui mengapa Niel ke jakarta ...

Keesokan harinya , sperti biasa Rieta melakukan rutinitasnya berbeda dari biasanya karena Rieta libur bekerja , dan dia memutuskan untuk membuka laptop kecilnnya , dia mencari info mengenai Lomba menulis dan membuat resep makanan sendiri di dalam blog. Sambil dia mencari info, tiba-tiba Rieta di ingatkan mengenai Buku kecil yang di berikan Niel. Dia masih ingat bentuk dan warna dari buku kecil itu , Warna ungu di covernya dan ada pita kecil di ujung sebelah kanan dengan aksen  renda- renda, jelas sekali itu adalah kesukaan Rieta . Dan Rieta terkejut Niel begitu mengerti kesukaan Rieta , tetapi saat dia mau ,melihat buku kecil itu , ternyata Niel sudah memberikan secarik kertas untuk Rieta di selipkan di kotak yang berisi buku kecil itu " Kalau kamu mau membuka buku ini kamu harus bisa menjawab pertanyaan dariku , 1. Bulan apa kita pertamakali bertemu? 2. Aku paling suka angka berapa 3. Jika kedua pertanyaan itu kamu bisa jawab , bukunya di buka setelah seminggu ya , kalau tidak kamu lihat saja akibatnya hahaha " kemudian setelah melihat secarik kertas itu , karena Rieta berfikir ah, nanti aj deh sebentar lagi sudah mau siang, aku harus bersiap ketemu zen , ujar Rieta dalam hati.
Kemudian Rieta  bersiap-siap untuk berangkat ke Kafe yang mereka janjikan. 

di sisi lain Niel sedang bersiap-siap memesen tiket pesawat untuk kembali ke Amerika . Dan kemudian Niel ,menelpon Tantennya " Aunty Hi, I already reserved flight ticket, yeah In this 8th yeah, I, decided to back , hm okay ya " kemudian Niel mengakhiri teleponya dengan tantenya . Kemudian Rieta yang sudah sampai di kafe menunggu Zen . Sudah lama sekali mereka tidak berjumpa terakhir mereka hanya berkomunikasi  melalui chat saja dan akhirnya hari ini mereka bertemu .
Rieta di sisilain penasaran Zen sudah berubah seperti apa sekarang, dan apakah masih mengenali Rieta . Dan tidak lama Pria dengan kemeja warna biru muda menghampiri Rieta , dan suara yang terdengar sangat familiar. "Halo , Udah lama nunggu ?, Aku Zen. ", Rieta masi terdiam dan kemudian masih memperhatikan pakaiaan dari Zen dari atas hingga ke bawah , kemudian dia menjawab " Ohh, enggak aku juga baru sampai beberapa menit yang lalu , " jawab Rieta .Kemudian Zen membuka pembicaraan " Okay, kamu mau pesen apa?, dan Apa yang kemarin mau kamu bicarakan ?" . Rieta menjawab " Hm, kita pesan makanan dulu saja kali ya , sambil menunggu , Pelayan kami mau order ", Kemudian pelayan datang " Oh, iya baik .. Apa yang marta u anda pesan ?, Oh sepertinya saya sudah lama tidak ,melihat kalian datang ke kafe ini , bla bla .. " Kemudian sang pelayan mulai berbicara, terus menerus kemudian Zen memotong pembicaraan sang pelayan " Hm 2 Hotdog chilli sedang, yang satu  jangan pakai mentimun dan extra lettuce yang satu lagi extra chilli dan s'perti biasa tambahkan telur dan dua ice Thai  tea thank you " kata Zen sambil memberikan menu dan Rieta hanya tersenyum, ketika si pelayan mengangguk dan konfirmasi pesanan mereka . Kemudian suasana mulai cair dan Rieta berkata " Kamu tidak berubah haha, Sang pelayan mengingatkan aku kepada Liona , Hahaha " ,  " Liona?,siapa itu ?" kata  Zen . "Oh itu teman kantorku , dia hahah bla bla bla " kemudian tidak terasa waktu berjalan sangat cepat, tetapi
Walaupun sudah bertemu dengan kawan lamanya Zen ,  Rieta terus memikirkan apa yang terjadi kemarin dengan dia dengan Niel ..

Sampai akhirnya Zen sedang bercerita tetapi Rieta tidak mendengarkan sama sekali , Sampai Zen mengketuk-ketuk meja "tuk -tuk'' . Hei ! earth to rie! haloooo Gua masih di sinii !!''... Kata zen, sembari sedikit meninggikan nada suara dia .. Kemudian Rieta terkejut .. ''Owh, sorry aku tidak menyadarinya  hehe ..Oh tidak sudah jam 5:30 , aku harus bergegas ke Airport, '' ujar Rieta .Rieta melihat jam di tangannya , sambil berjalan mau meninggalkan zen ,  Kemudian Zen memanggil  pelayan dan membayar billnya dan menarik tangan Rieta , ''Okay , makasih yah mbak . '' Ujar Zen , sambil menarik tangan Rieta dan menggandeng tangan Rieta tanpa meminta persetujuan Rieta , dan menarik masuk Rieta ke mobilnya . Dan Rieta terkejut dan berkata '' hei! kamu ngapain sih , aku sekarang lagi buru-buru mau jemput papa ku , kamu ngapain sih tarik aku ke mobil ?, '' . Kemudian dengan tersenyum lebar Zen mulai menyalakan mobilnya dan tidak menjawab Rieta , Kemudian Zen mengajak Rieta ke Cafe di dekar pantai dan menutup mata rieta, Wangi dari angin laut dan angin sepoi- sepoi .. Dan zen membuka mata rieta  , dan berkata '' Alasan ku menarik kamu ke sini dengan paksa hehe,  karena aku melihat kamu berbohong , papa kamu barusan text aku , kalau dia masih di Hongkong dan belum pulang dalam waktu dekat dan diaa meminta aku untuk menemani kamu jadi aku tau , dan langsung setuju waktu kamu ajak kamu pergi , gw yakin lo lagi ada masalah cerita aja Rie, I'm with you now and Now I won't leave you '' , sambil tersenyum .. Kemudian Rieta diam dan dia langsung memeluk Zen sambil menangis , hanya menangis dan menangis di dalam pelukan Zen , dan Zen hanya diam saja dan tidak berbicara apa-apa , menemani Rieta ..



Sementara Niel , sudah bersiap-siap dan mempacking untuk dia kembali ke Amerika dengan berat hati , Niel mulai memikirkan saat-saat yang dia lalui bersama Rieta . Dan Kemudian dia memutuskan untuk menulis surat untuk Rieta . Tetapi Akhirnya dia tidak berani , dan dia berpikir semoga Rieta sudah membuka Hadiah ''farewell '' darinya..

Sementara itu Rieta mulai menyadari Bahwa dia ternyata menyukai Niel , lebih daripada seorang Sahabat , selama ini Rieta  hanya  menganggap Niel adalah sosok seorang sahabat saja dan dia yakin Niel , tidak mungkin menyukai dia..



to be continued

Komentar